Click Here!!

Senin, 05 Agustus 2013

timun mas, pangeran, dan kelinci

Di sebuah desa kecil di kaki gunung Haiho hiduplah sepasang suami istri yang pekerjaan sehari – harinya membuat roti. Mereka hidup bahagia selama 4 tahun pernikahan mereka, namun mereka belum di karuniai anak hingga saat ini. Suatu hari, sang istri pun membuka pembicaraan mengenai hal ini.
“Kanda Rama, sudah menjelang 5 tahun pernikahan kita, tidakkah kanda merasa sunyi di pagi dan malam hari di rumah ini tanpa adanya suara dari seorang anak ?” tanya sang istri…
“Dindaku Neyna, benar yang kau katakan, sepertinya penantian kita sudah lumayan lama untuk mendapatkan seorang anak. Apakah dinda punya usulan tentang apa yang dapat kita lakukan sekarang ?”
“kanda,bagaimana jika kita meminta saran petunjuk dari ketua adat desa, tentunya ketua adat memiliki  banyak pengalaman dan mungkin dapat memberi jalan kaluar untuk kita”
“tentu saja Neyna-ku, usulanmu benar2 bagus” ujar sang suami menimpali.

Lalu berangkatlah mereka menuju rumah ketua adat. Sesampainya disana, merekapun menceritakan maksud kedatangan mereka kesana.

“hmmm, kalau itu maksud kedatangan kalian, aku hanya dapat memberi kalian sedikit saran, pergilah ke gunung, carilah sebuah timun yang sangaaaat besar” kata ketua adat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar